Rabu, 24 Agustus 2011

Belanda Puncaki Peringkat FIFA

Belanda menggeser Spanyol sebagai pemuncak rangking terbaru FIFA. Indonesia juga naik peringkat.


Untuk bisa memperbaiki posisi di peringkat terbaru FIFA, Belanda tak perlu melakoni pertandingan. Buktinya, bulan ini Der Oranje menjadi pemuncak sementara rangking FIFA, menggeser Spanyol di tempat kedua.


Belanda memang tak melakoni laga mereka bulan ini, menyusul penundaan pertandingan di London saat akan melawan timnas Inggris karena kerusuhan yang terjadi dua pekan silam.



Namun dengan kekalahan Spanyol dari Italia di laga ujicoba lainnya, Belanda pun mereguk keuntungan dari itu.

Belanda menjadi negara ketujuh yang memuncaki rangking FIFA sejak sistem ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1993. Enam negara lain yang pernah memuncaki peringkat FIFA antara lain Argentina, Brasil, Prancis, Jerman, Italia dan Spanyol. Ada pun Spanyol sudah selama setahun ini memuncaki daftar rangking FIFA.


Sementara Indonesia juga memperbaiki posisi mereka di peringkat FIFA. Dibanding bulan lalu, posisi Indonesia naik enam peringkat dan saat ini menduduki peringkat 131.

Hanya saja, Indonesia kini berada di bawah Thailand, Singapura dan Vietnam dalam daftar negara terbaik di Asia Tenggara.

Daftar Peringkat FIFA:
1. Belanda
2. Spanyol
3. Jerman
4. Inggris
5. Uruguay

6. Brazil
7. Italia
8. Portugal
9. Argentina
10. Kroasia
...
131. Indonesia

Nuansa Paraguay Di Skuad Indonesia U-19


Timnas U-19 masih butuh banyak evaluasi. Pelatih Zulkifli Alfat sangat sadar itu. Di AFF U-19, dia juga tak ingin menjamin tim ini bisa secemerlang di Arafura Games 2011.

Bahkan, kehadiran anak-anak hasil latihan di Paraguay yang juga ikut memperkuat tim sepakbola Aceh U-19 di Arafura Games 2011 lalu, bukanlah patokan. Dari 18 pemain yang dibawa ke Darwin kemarin ada satu pemain hasil dari latihan di Paraguay, namanya Zoel Fadli yang juga memperkuat timnas U-19.



"Ada 30-an pemain Aceh yang berlatih di Paraguay, dan 12 pemain sudah dipulangkan, dan saya disuruh juga menangani mereka, jadi saya gabung yang 12 pemain itu dalam seleksi tim untuk Arafura Games, ternyata hanya satu yang menurut saya pantas masuk tim," ungkapnya.


Yang masih tersisa di Paraguay, lanjutnya dimagangkan di tim-tim divisi 1, 2 dan 3 Liga Argentina.


Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Biro Pembinaan Usia Muda dan Futsal Pengprov PSSI Aceh ini tak ingin meremehkan hasil didikan di Paraguay.


"Secara individu pemain-pemain didikan Paraguay memang punya kemampuan skill individu, tapi untuk bermain tak cukup itu," tukasnya.


"Pemain-pemain di Paraguay berlatih selama tiga tahun, semoga bisa terus berlatih di negara yang basicnya sepakbola dan terus mengasah kemampun, sebab tak semua bisa seberuntung mereka. Dengan adanya anak-anak ini, semoga Aceh bisa bicara banyak. Hanya saja, sejauh ini, dari mungkin masih jauh dari harapan saya," ungkap pria yang juga didaulat jadi pelatih skuad Aceh hasil latihan Paraguay ini. 


Pria kelahiran 17 Desember 1959 ini, mengatakan, itulah mengapa kemudian ada pemain tambahan untuk skuad PSSI U-19 dari daerah lain."Timnas ini masih banyak kekurangan, makanya kami lakukan seleksi lagi, sehingga masuklah beberapa pemain dari Jawa juga Sumatera. Dan setelah uji coba beberapa di Medan, mulai nampak perubahan yang signifikan," jelasnya. 


Di Myanmar nanti, Zuklifli tetap memumpuk keyakinan seperti di Arafura Games."Saya yakin Allah bersama kita, jika niat kita tulus, dengan segala usaha dan latihan serius, anak-anak ini bisa masuk empat besar," pungkasnya.